MENDUNG DI TAMBAKBERAS
Pagi-pagi setelah aku bangun aku buka motorollaku(itu pun setelah someone-ku dateng kekosku untuk bangunin aku he ..he…) ada sms masuk sebanyak 3item,satu dari temenku disambong- jombang "kyai soleh meninggal ….dimakamkan nanti setelah dhuhur" begitu kata sms si wawan,seakan tidak percaya aku buka sms yang kedua,"mas kalau aku ada salah tolong ingetin aku ya" ini balesan sms dari someon-ku yang tadi pagi waktu aku sahur(jam 3.30an) mengirimnya baru dibalas sekitar jam 6 pagi,kubaca lagi sms yang ketiga "innalillahi…….." deg.. deg..kyai sepuh di Pondok Pesantrenku meninggal jam satu malam 7 Nov 2006, segera aku mandi ganti baju dan manasin motor trus berangkat ke Tambakberas Jombang, baru kali ini aku merasa kehilangan sekali,baru kali ini aku bertakziah kalau ada yang meninggal,temenku yang dua saja waktu meninggal gara-gare kecelakaan akuy tidak datang bertakziah,disana aku beruntung sekali bisa masuk kedalam makam karena saking banyaknya yang bertakziah mulai dari santri sampai alumni yang tidak dizinkan untuk masuk,aku merasa spesial juga he he.jam 3 aku baru pulang dari Tambakberas setelah ber pamitan sama temen-temen adik kelasku aku pun langsung ngacir balik ke SBY, belum sampai terminal bus aku naik motor gerimis sudah mengundang semakin besar besar dan besar akhirnya menjadi hujan,aku sampai didepan Pondok Pesantren darul ‘Ulum di peterongan akhirnya aku memutuskan berteduh dulu karena hujan sangat lah lebat, akhirnya aku punya pikiran begini "APA GARA-GARA KYAI SOLEH MENINGGAL YA HUJAN JADI TURUN BEGHINI DERAS NYA SEAKAN - AKAN ALAM JUGA BERTSEDIH DENGAN KEPERGIAN BELIAU" tapi akhirnya aku tepis jauh-jauh itu pikiran seperti itu jadi mungkar aku kalau punya pikiran seperti itu sama Alloh-ku,tapi pikiran itu kembali muncul setelah tidak terlalu jauh aku berhujan-hujan ria sambil naik motor ternyata tidak hujan jadi hujan terjadi hanya disekitar Tambakberas saja,tapi……….wallahu ‘alam bissowaf.
